14 Maret 2009

Kandungan Syahadatain

Pengantar
Jika Seseorang telah mengucapkan dua kalimat Syahadat maka Islamlah ia. Pada Hakekatnya Manusia terlahir dalam keadaan Muslim namun orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani dan Majusi. Konsep inilah yang membedakan apakah ia seorang Muslim ataukah ia seorang Kafir. Rasulullah berjuang di Makkah selama kurang lebih 13 tahun untuk menegakkan kalimah inilah “Asyhadu anla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah” Aku bersaksi tiada Illah (Tuhan) kecuali Allah SWT dan aku bersaksi bahwa Aku (Muhammad) Rasulullah.
Ketika seseorang telah mengucapkan Syahadatain maka ia telah berikrar dan meyakini hal–hal di bawah ini:
1. Tidak ada pencipta selain Allah (QS. 6 : 102 ; 40 : 62)
“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka Sembahlah Dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu.”
(QS. Al An’am (6) : 102)
“dan demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan.”
(QS. Al Mu’min (40) : 62)
2. Tidak ada yang memberi Rizki selain Allah (QS. 11 : 6 ; 35 : 3)
“dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi Rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. Hud (11) : 6)
“hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeqi kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapalah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
(QS. Fathir (35) : 3)
3. Tidak ada yang memiliki selain Allah (QS. 2: 284)
“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika melahirkan apa yang ada di dalam hatimudan atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al Baqarah (2): 284)
4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat selain Allah (QS.6:17;5:76;10:107)
“Jika Allah Menimpakan suatu Kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”
(QS. Al An’am (6) : 17)
5. Tidak ada yang mengatur alam semesta ini selain Allah (QS. 32 : 5)
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan itu) naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(QS. As Sajdah (32) : 5)
6. Tidak ada yang menjadi pelindung selain Allah (QS. 5 : 55 ; 2 : 257)
“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”
(QS. Al Ma’idah (5) : 55)
7. Tidak ada yang berhak menentukan hukum selain Allah (QS.6:57;6:114;12:40)
“Katakanlah, “ Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al-Quran) dari Tuhan-ku sedang kamu mendustakannya. bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. menetapkan hukum itu hanyalah Hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia memberi keputusan yang paling baik.”
(QS. Al An’am (6) : 57)
8. Tidak ada yang berhak memerintah dan melarang kecuali Allah (QS.7:54)
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayang di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakannya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, Menciptakan dan memerintah hanyalah Hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS. Al A’raf (7) : 54)
9. Tidak ada yang berhak menentukan Undang-undang kecuali Allah (QS.42:21)
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak di izinkan Allah ? sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.”
(QS. Asy Syuara (42): 21)
10. Tidak ada yang ditaati selain Allah. (QS. 3 : 132 ; 3 : 32)
“dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi Rahmat.”
(QS. Ali Imran (3) : 132)
“Katakanlah,”Taatilah Allah dan Rasulnya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir.”
(QS. Ali Imran (3) : 32)
11. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah (QS. 20 : 14)
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku.”
(QS. Tha ha (20) : 14)

RUKUN LAA ILAHA ILLALLAH
Rukun Laa Ilaha Illallah ada dua yaitu :
1. Meniadakan (Nafyu) seluruh bentuk Tuhan (Menafikan Tuhan selain Allah SWT):
Tuhan Hawa Nafsu (QS. 25 : 43)
“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka akapah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
(QS. Al-Furqon (25) : 43)
Patung – patung dan berhala (QS. 26 : 69-76)
“dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “apakahyang kamu sembah”?, mereka menjawab “kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”. Berkata Ibrahim “ apakah berhala-berhala itu mendengar (doa) mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?. Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?” mereka menjawab ”(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.” Ibrahim berkata “maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,”
(QS. Asy Syu’ara (26) : 69 – 76)
Jin dan Malaikat (QS. 34 : 40-41 ; 72 : 6)
“dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”
(QS. Al Jin (72) : 6)
Nabi-nabi (QS. 3 : 79-80)
“dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran diwaktu kamu sudah (menganut agama) islam?
(QS. Ali Imran (3) : 80)
Thogut. Ibnu Qoyyim berkata,”Thogut adalah orang yang mengambil Hukum selain Hukum Allah dan Rasul-Nya atau menyembahnya dan mengikutinya tanpa pengetahuan dan izin dari Allah.” Allah melarang hal ini dan termasuk pada katagori Syirik besar (QS. 2:256;16:36;79:15-18; 89:10-12)
“dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan), “sembahlah Allah(saja), dan jauhilay thaghut itu”, maka diantara ummat itu ada orang-orang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantara orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
(QS. An Nahl (16 : 36)
Orang-orang ‘Alim (QS. 9 : 31)
“mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al masih putra maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Maha Esa;tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(QS. At Taubah (9) : 31)
2. Menetapkan (Itsbat) bahwa Tuhan yang berhak disembah hanya Allah semata (QS. 21 : 25)
“dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, “Bahwasannya tidak ada Tuhan melainkan aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan aku.”
(QS. Al Anbiya (21) : 25)

SYARAT-SYARAT LAA ILAHA ILLALLAH
Syarat Laa ilaha Illallah ada tujuh antara lain :
1. Mengetahui (QS. 47 : 19). Mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT.
“maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosa-dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.”
(QS. Muhammad (47) : 19)
2. Yakin (QS. 49 : 14-15). Yakin akan kebenaran Laa ilaha Illallah tanpa diselubingi keraguan.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
(QS. Al Hujurat (49) : 15)
3. Ikhlas (QS. 18 : 110). Ikhlas dalam memnjalankan Laa ilaha Illallah tanpa dicampuri oleh Syirik.
“katakanlah, “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, “bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang esa” barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”
(QS. Maryam (18) : 110)
4. Benar (QS. 2 : 8-9). Benar dalam pengakuan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah Kecuali Allah SWT.
“diantara manusia ada yang mengatakan, “kami beriman kepada Allah dan hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
(QS. Al Baqarah (2) : 8-9)
5. Cinta/Mahabbah (QS.2:165;9:23-24). Cinta terhadap laa ilaha ilallah tanpa membenci sedikitpun apa yang dituntutnya.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kakafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. Katakanlah, “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul Nya dan (dari) berjihad di jalan Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS. At Taubah (9) : 23-24)
6. Menerima (QS. 37 : 33-36). Menerima setiap ketentuan yang ditetapkan Laa ilaha Illallah tanpa menolak sedikitpun.
“maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dengan azab. Sesungguhnya demikian kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka ,”la ilaha illallah” (tiada tuhan melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata, “apakah sesungguhnya kami harus men inggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila ?"”sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan Rasul-rasul (sebelumnya).
(QS. Ash Shaffat (37) : 33 – 36)
7. Melaksanakan (QS. 24 : 51-52 ; 31 : 22). Melaksanakan Tuntutan Laa ilaha Illallah tanpa sedikitpun meninggalkannya.
“dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kukuh. Dan hanya kepada allah-lah kesudahan segala urusan.
(QS. Luqman (31) : 22)

KEUTAMAAN LAA ILAHA ILLALLAH
Aman dari azab Allah didunia dan akherat (QS. 6 : 82)
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang–orang yang mendapat petunjuk.
(QS. Al An’am (6) : 82)
Sebaik-baik iman, Rasulullah SAW bersabda, ”Iman itu ada 70 cabang, yang penting dan utama adalah laa ilaha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan duri (sesuatu yang menyakitkan) di jalan.” (HR. Muslim)
sebab terhapusnya dosa dan maksiat. Rasulullah SAW bersabda, ”Allah SWT berfirman : Wahai anak Adam, sesungguhnya bila engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku (pada hari kiamat) dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, niscaya akan Aku berikan samudera ampunan untukmu.” (HR. Tirmidzi)
Sebab masuk ke Syurga dan tidak kekal di neraka. Rasulullah SAW bersabda, ”Allah SWT berfirman,: Barang siapa menemui-Ku tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun maka ia masuk syurga. barang siapa menemui-Ku dan menyekutukan-Ku dengan sesuatu pasti ia masuk neraka.” (HR. Muslim)

TUNTUTAN LAA ILAHA ILLALAH
seseorang yang telah bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah yang berhak untuk disembah, maka kepadanya ada beberapa tuntutan sebagai amal nyaa dari pengakuannya. ada beberapa tuntutan yang harus dipenuhi ;
1. Tauhid I’tiqody, terbagi kedalam tiga Bandung:
Tauhid Rububiyah:
Mengetahui bahwa Allah adalah yang menciptakan, memberi Rizki, yang menghidupkan dan mematikan. kaum musyrikin dulu mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan adalah Allah SWT (QS.10:31-32). Namun, Al-Quran tidak memasukan mereka kepada golongan Mu’munin sebab mereka tidak merealisir keyakinan itu dalam bentuk amal.
Tauhid Uluhiyah
Mengakui bahwa hanya Allah lah yang berhak ditujuan kepada-Nya seluruh macam ibadah, sebab Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya (QS. 51 : 56). diantara ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah adalah :
• Cinta. Cinta yang menyebabkan Penghambaan. (QS. 2 : 165)
• Tawakal (QS. 5 : 23)
• Takut (QS. 5 : 44)
• Pengharapan (QS. 2 : 218)
• Sholat, Ruku’ dan Sujud (QS. 22 : 77 ; 102 : 2)
• Menyembelih Binatang (QS. 6 : 162-163)
• Nadzar (QS. 22 : 29)
• Thawaf (QS. 22 : 29)
• Taubat (QS. 5 : 72)
• Memohon Perlindungan (QS. 114 : 3)
• Memohon Pertolongan (QS. 8 : 9)
Barang siapa yang menyimpang ibadah-ibadah tersebut kepada selain Allah berarti ia telah menyekutukan Allah SWT (QS.18:110)
Tauhid Asma’ wa Sifat
Mengakui Nama-nama dan Sifat-sifat Allah SWT yang sesuai dengan keagungan-Nya, yang telah ditetapkan di dalam Al-Quran ataupun Hadits Rasulullah tanpa mengubah (Tahrif), menafikan ma’na-ma’na (Ta’thil), Menanyakan bagaimana (Takyif) dan menyerupakan (Tasybih) dengan salah satu sifat makhluk-Nya (QS. 7 : 180)
Allah menetapkan bahwa Ia memiliki “tangan” (QS 48:10). kata “tangan” tersebut tidak boleh diubah artinya (Tahrif) menjadi kekuasaan atau disamakan (Tasybih) dengan tangan salah satu Makhluh-Nya, atau menanyakan bagaimana bentuk (Takyif) ”tangan Allah” tersebut.
diantara “nama-nama Allah yang baik” (Al Asmaul Husna) adalah Ar Rahman yang berarti Pengasih (QS. 1:1) seseorang tidak boleh berpendapat bahwa Allah bernama Ar Rahman tapi tidak menunjukan bahwa Allah bersifat Ar Rahman, sebab hal itu manafikan (ta’thil) makna yang dikandung oleh nama Allah tersebut. Tetapi Allah Bernama Ar Rahman bersifat Rahim (Pengasih).
Tauhid Hakimiyah
Mengakui bahwa Allah saja yang berhak menentukan peraturan dan undang-undang hidup dalam kehidupan (QS. 12 : 40 ; 6 : 57)
Seseorang tidak boleh membuat sendiri undang-undang dan peraturan untuk mengatur hidup dan kehidupan sebab Allah dan Rasul-Nya telah membuat dan menentukan bagi mereka (QS.42:21)
Barang siapa mengambil undang-undang selain undang-undang Allah berarti ia telah menjadikan sipembuat undang-undang itu selain Allah (QS. 9 : 31)
dan seluruh undang-undang bukan dari Allah adalah undang-undang jahiliyah (QS 5: 50). dan berhukum dengan undang-undang tersebut adalah kufur, fasik, dzolim (QS. 5:44 , 45, 47)

AL WALA’ WAL BARO’
Ma’na Al Wala’ Wal Baro’
Al Wala’ artinya loyalitas, cinta, setia, hormat, menolong dan selalu bersama yang dicintai baik lahir maupun bathin.
Al Baro’ artinya berlepas diri dari segala bentuk tuhan selain Allah dan mengumumkan permusuhan terhadap tuhan-tuhan selain Allah.
Hakekat Al Wala’ Wal Baro’
Al Wala’ Wal Baro’ adalah ukuran iman seseorang hamba (QS.58:22;5:51; 3:28)
Al Wala’ Wal Baro’ adalah ciri hizbullah (golongan/pasukan Allah) (QS.5:56; 58:22)
Al Wala’ Wal Baro’ adalah ikatan iman yang paling kuat dan erat (QS. 2 : 257)
Kepada siapa seorang Muslim harus berwala’ (loyalitas)
Wala’ (loyalitas) orang Muslim harus ditujukan kepada Allah, Rasul-Nya, dan Orang-orang beriman yang memiliki kriteria berikut:
- Menyuruh kapada kebaikan dan melarang kemunkaran (Amar ma’ruf nahyi munkar)
- mendirikan Sholat
- Mengeluarkan Zakat
- taat dan tunduk kepada Allah dan Rasulnya (QS.9:71;5:55;2:257)
Orang-Orang Yang Tidak Boleh Ditunjukan Kepala Al Wala’
Allah melarang orang-orang mukmin menempatkan Al Wala’ mereka kepada golongan di bawah ini :
- Orang-orang kafir (QS. 5 : 57, 58; 3 : 28; 4 : 139), sebab mereka mengeluarkan dari cahaya kepada kegelapan (QS. 2 : 257), ingkar kepada kebenaran, mengusir Rasul dan orang-orang beriman (ajarannya) (QS. 60 : 1)
- Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) (QS. 5 : 51), sebab mereka menyimpan sifat hasad dan dengki terhadap orang-orang yang beriman (QS. 2 : 109 ,120)
- Orang-orang munafik, sebab mereka menyuruh kepada kemunkaran dan melarang kebenaran (QS. 9 : 6)
Seorang Muslim/Mu’min harus belepas diri dan memutuskan hubungan (Baro’) dengan golongan dibawah ini (QS. 60 : 4):
1. Orang Kafir (QS. 3 : 28)
2. Yahudi dan Nasrani (QS. 5 : 51)
3. Munafik (QS. 9 : 67)
4. Thoghut (QS. 2 : 257)
5. Ideologi Jahiliyah (QS. 60 : 4) dan Hawa Nafsu (QS. 25 : 43)
6. Berhala (QS. 26 : 69-76)
Bentuk Wala’ yang diharamkan :
1. Memberi bantuan/pertolongan dan taat kepada selain Allah, Rasulnya dan orang mumin (QS. 59 : 11)
2. Menyempaikan Rahasia-rahasia orang mu’min kepala musuh Allah (QS. 60 :1)
3. Cinta dan Kasih sayang serta menyerupai (Tasyabuh) dengan orang kafir (QS.58 : 22)
4. duduk semajelis dengan orang kafir dengan kerelaan dan mendengarkan percakapan buruk mereka (QS. 4 : 140)
5. Menyerupai (Tasyabbuh) orang-orang kafir. ”dan barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Al Hadits)
Taat kepada mereka yaitu :
• Orang-orang Munafik dan Kafir (QS. 3 : 149)
• Ahlul Kitab (QS. 3 : 100)
• Orang-orang yang lengah (QS. 18 : 28)
• Orang-orang yang melampaui batas dan merusak (QS.26:151,152)

SIKAP ORANG-ORANG KAFIR TERHADAP LAA ILAHA ILLALLAH
ada beberapa sikap dan reaksi yang timbul dari orang-orang kafir setiap kali diajak untuk mengimani Laa Ilaha Illallah. Sikap dan Reaksi yang akan berubah sepanjang masa. Sikap tersebut adalah :
1. Menolak dan Berpaling (QS. 6 : 4)
2. Mendustakan Firman/Ayat Allah (QS. 3 : 184 ; 22 : 42)
3. Mengejek dan Mencemoohkan (QS. 36 : 30 ; 15 : 11)
4. Mengancam (QS. 36 : 18 ; 7 : 124)
5. Taqlid Buta (QS. 5 : 104 ; 43 : 23)
6. Penyiksaan (QS. 6 : 34 ; 85 : 8)
Ahammiyah Asy-Syahadatain (Urgensi dua Kalimat Syahadat)
Rasulullah SAW bersabda,"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah semata dan tidak menyekutukanNya, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hambaNya dan utusanNya, bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah dan utusanNya, serta RuhNya dicampakkan kedalam diri Maryam, surga dan neraka adalah haq, ia akan dimasukkan kedalam syurga oleh Allah sesuai dengan amal dan perbuatannya (HR. Bukhari).
mengapa kedudukan syahadat sangat penting bagi seorang muslim antara lain :
1. Madhal Ilaa Al-Islaam (pintu masuk kedalam islam)
• sahnya keimanan seseorang dengan pernyataan syahadat. betapapun banyaknya amal seseorang akan bernilai hampa dan seperti fatamorgana jika tanpa didasari dengan pernyataan dan pengakuan dua kalimat syahadat.
• syahadatain menjadi pembeda anatar muslim dan kafir
• pada dasarnya setiap manusia sudah bersyahadat rububiyah ketika berada dialam arwah, namun hal tersebut belum cukup ia harus dilengkapi dengan syahadat uluhiyah dansyahadat Risalah
• yang dapat bersyahadat dalam arti yang sebenarnya hanyalah Allah SWT, para malaikat dan orang-orang yang berilmu yaitu para Nabi dan orang yang beriman kepada mereka.
• Dalil. QS 47:19, 37:35, 3:18, 7:172, 25:23, 39:64-65
2. Khulaashah Ta'aliim Al-Islam (intisari ajaran islam)
ada 3 hal prinsip Syahadatain:
• Pernyataan Laa Ilaha Illallah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah SWT saja. melaksanakan Minhajillah (sistem/aturan) merupakan ibadah kepadanya.
• menyebut Muhammad Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan dalam melaksanakan Minhajillah
• penghambaan kepada Allah meliputi seluruh aspek kehidupan
• dalil QS. 2:21, 51:56, 21:25, 33:21, 3:31, 6:162, 3:85, 45:18, 6:153
3. Asaas Al-Inqilaab (Dasar-dasar perubahan)
• syahadatain mampu merubah manusia dalam dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. perubahan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat.
• ummat terdahulu langsung berubah ketika menerima syahadatain. sehingga mereka yang tadinya bodoh menjadi pandai, yang kufur menjadi beriman, yang bergelimang dalam maksiat menjadi taqwa dan 'abid (penghamba), yang sesat mendapat hidayah masyarakat yang tadinya bermusuhan menjadi bersaudara di jalan Allah SWT. berbeda halnya dengan ummat sekarang ini.
• dalil QS. 6:122, 33:23, 37:35-37, 85:6-0, 18:2, 8:30
4. Haqiiqah Da'wah Ar-Rasul (hakikat seruan para Rasul)
• pada hakikatnya setiap Rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi membawa misi da'wah yang sama yaitu syahadat. makna syahadatnyapun sama yaitu Laa Ilaha Illallah. dakwah Rasul senantiasa membawa ummat kepada pengabdian kepada Allah SWT semata.
• dalil QS. 60:4, 18:110
5. Fadhail 'Azhiimah (ganjaran yang besar)
• banyak ganjaran yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang mukmin yang beriman baik berupa material maupun moral, misalnya kebahagiaan didunia adan akhirat, rezeki yang halal dsb

Madluul Asy-Syahaadah (Kandungnan Kalimat Syahadat)
Kandungan Kalimat Syahadat :
1. Madluul Asy syahadatain
A. Al-Iqraar (Pernyataan)
• iqrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya. pernyataan ini sangat kuat karena didukung oleh Allah, malaikat dan orang-orang yang beriman. hasil dari ikrar ini adalah kewajiban untuk melaksanakan, menegakkan dan memperjuangkan apa yang telah diikrarkan
• syahadat yang berarti ikrar dari Allah SWT, malaikat dan orang-orang yang berilmu tentang Laa Ilaha Illallah.
• ikrar tentang Rububiyatullah (Allah sebagai Rabb) bagi manusia merupakan alasan bagi ikrar tentang keesaan Allah SWT
• ikrar pada Nabi mengakui kerasulan Muhammad SAW meskipun mereka hidup sebelum kedatangan Rasulullah SAW.
• dalil QS. 3:18, 7:172, 3:81,
B. Al-Qasam (Sumpah)
• sumpah yaitu pernyataan kesediaan menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan syahadat.
• syahadat berarti sumpah. orang yang munafik berlebihan dalam syahadatnya, padahal mereka tidak lebih sebagai pendusta.
• beberapa ciri orang yang melanggar sumpahnya yaitu memberikan walaa' kepada orang-orang kafir, memperolok-olok ayat-ayat Allah, menunggu-nunggu kesalahan kaum muslimin, malas dalam shalatdan tidak mempunyai pendirian.
• dalil QS. 63:1-2, 4:138-145
C. Al Miitsaaq (Perjanjian yang teguh)
• Mitsaq yaitu janji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT yang terkandung dalam kitabullah mapun Sunnah Rasul
• Mitsaq tersebut harus diterima dengan sikap Sam'an Wa Tha'atan
• pelanggaran terhadap sikap Mitsaq ini adalah laknat Allah SWT
• Dalil QS. 5:7, 2:285, 2:93
2. Al Imaan (keyakinan )
• Iman adalah keyakinan tanpa keraguan, penerimaan menyeluruh tanpa rasa keberatan, kepercayaan tanpa pilihan lain terhadap semua keputusan Allah SWT
• Iman adalah sikap hidup yang merupakan cermin identitas Islam.
• Syahadah merupakan Ruh iman dalam ucapan (al-qaul), membenarkan (at-tashdiiq), dan perbuatan (al-'amal)
• dalil QS. 49:15, 4:65, 33:36, 3:64, 4:123-125, 2:80
A. Al Qaul (Ucapan) QS. 2:8, 63:1-2, 48:11
B. At Tashdiiq (membenarkan) QS. 49:15
C. Al 'Amal (Perbuatan) QS. 9:105
3. Al Istiqamah (konsisten)
• Istiqamah artinya tidak menyimpang atau cenderung pada kekufuran. istiqamah berarti konsisten dalam menegakkan agama Allah dan tidak ragu dalam mengamalkan nilai Islam yang dianutnya.
• Dalil QS. 11:112-113, 17:73-74, 42:15
A. Asy Syaja'ah (keberanian) QS. 41:30-32, 9:52, 3:157-158
B. Al Ithmi'naan (ketenangan) QS. 13:28, 47:7, 3:173, 33:23
C. At Tafaa'ul (Optimis) QS. 3:160, 33:22-23
4. As Sa'adah (kebahagian) QS. 3:185
Ma'na Al Ilaah (Makna Kata Tuhan)
1. Aliha (yang menentramkan)
A. sakana ilaihi (mereka tentram kepadanya) QS. 10 : 7-8, 7 : 138
B. istajaara Bihi (merasa dilindungi oleh-Nya) QS. 72 : 6, 36 : 74 - 75
C. Isytaaq Ilaihi (merasa selalu rindu kepadanya) QS. 2 : 93, 20 : 91, 26 : 71
D. Wulli'a Bihi (merasa cinta dan cenderung kepadanya) QS. 29 : 25, 2 : 165
2. 'Abadahu (yang disembah)
A. kamaal Al Mahabah (Dia amat sangat mencintainya) QS. 39 : 45, 71 : 23
B. kamaal At Tadzallul (Dia amat sangat merendahkan diri) QS. 21 : 59,68
C. kamaal Al Khudhuu' (Dia amat sangat tunduk patuh) QS. 36 ; 60, 6 : 137
3. Al Ilaah (Tuhan)
A. Al Marghuub (yang disenangi) QS. 2 : 163-164
B. Al Marhuub (sesuatu yang sangat ditakuti) QS. 2 : 186, 40 : 60, 94 : 7-8, 21 : 90-91, 2 : 40, 9 : 13, 33 : 39
C. Al MAtbuu' (yang selalu diikuti atau ditaati) QS. 51 : 50, 37 : 99
D. Al Mahbuub (yang dicintai) QS. 2 : 165, 8 : 2, 9 : 24
4. Al Ma'buud (yang diabdi)
A. shaahib Al walaayah (pemilik kepada segala loyalitas) QS. 109 : 1-6, 16 : 36, 2 : 21, 7 : 196, 2 : 257
B. shaahib Ath Thaa'ah (pemilik tunggal hak untuk ditaati) QS. 7 : 54
C. shaahib Al Hakimiyah (pemilik tunggal kekuasaan alam semesta) QS. 12:40, 24:1, 5:44,45,47


Al Walaa' Wal Baraa' (Loyalitas dan penolakan)

1. Laa Ilaaha Illaa Allah ( tidak ada Ilah selain Allah)
A. Laa (Tidak ada - penolakan)
• kata penolakan yang mengandung pengertian menolak semua unsur yang ada dibelakang akata tersebut.
• inti dakwah para Nabi adalah mengingkari sembahan selain Allah SWT dan hanya menerima Allah SWT saja sebagai satu-satunya sembahan. penolakan segala sesuatu yang bukan Allah
• Dalil QS. 16:36
B. Ilaaha (Sembahan - yang ditolak)
• sembahan yaitu kata yang ditolak oleh Laa tadi. yaitu segala bentuk sembahan yang bathil. dua kata ini mengendung pengertian Bara' (berlepas diri)
• Dalil QS. 4:48, 4:116, 47:19
C. Ilaa (Kecuali- Peneguhan)
• Kata pengecualian yang berarti meneguhkan dan menguatkan kata di belakangnya sebagai satu-satunya yang tidak ditolak.
• peneguhan bahwa Allah sebagai satu-satunya Ilah yang disembah sangat diperlukan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah
• Dalil QS. 7:59,65,73
D. Allah SWT
• Kata yang dikecualikan oleh Ila adalah Allah. Lafzul jalalah (Allah SWT) sebagai yang dikecualikan dan sekaligus yang diteguhkan dari Ilah yang lainnya
• Dalil Hadits. Barang siapa yang mencintai karena Allah , membenci karena Allah, memberi karena Allah dan melarang karena Allah, maka ia telah mencapai kesempurnaan Iman.


2. Al-Barra' (Pengingkaran/melepaskan diri) QS. 60:4, 7:59,65,73,85
merupakan hasil kalimat Laa Ilaha Illaa Allah yang artinya membebaskan diri dari segala bentuk sesembahan. diantaranya membebaskan diri dari :
• Mengingkari
• Membenci
• Memusuhi
• Memutus hubungan
• Menghancurkan
dalam sistem, konsep serta pelaksanaan.

3. Al-Walaa' (Loyalitas)
Kalimat Ilaa Allah SWT berarti mengukuhkan terhadap Wilayatullah (kepemimpinan Allah) yang artinya ;
• Taat
• Mendekati
• Membela
• Mencintai
• Membangun
• Menolong
• Mendukung
Dalil QS. 7:196, 5:7,55, 4:59, 5:7, 47:7, 2:165,285, 3:31. 10:61-62, 61:14

4. Al-Hadam (21:57-58) wa Al-Binaa QS. 22:41, 24:55, 22:78 (menghancurkan dan membangun) adalah makna Ikhlas (QS. 98:5, 39:11,14)
• Muhammad Rasulullah-konsep Al Walaa' dan Al-Baraa' :
• Allah SWT adalah sumber (mashdar) nilainya QS. 2:147, 7:2, 5:55-56, 4:59
• Rasul adalah contoh pelaksanaannya QS. 33:21, 59:7
• Orang Mukmin adalah pelaksananya (Tanfiidz) QS. 33:36, 35:32
• Hadits. Al-Hafizh Abu Al-Qasim ath-Thabrani meriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA, bahwa Rasulullah bersabda "semuanya termasuk kedalam umat"
5. Kayfiyah (cara) membina dan menghancurkan adalah dengan Ittiba' QS. 3:31
[sumber: Materi_Tarbiyah.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar